Investasi properti di kawasan pariwisata sedang naik daun, hal ini terbukti dengan pencapaian tahun 2017 investasi properti di kawasan pariwisata mengalami pertumbuhan 31%.

Angka itu senilai dengan USD 1,7 miliar, sementara catatan di kuartal pertama tahun 2018 pariwisata telah mencapai USD 500 juta atau seperempat dari target yang ditetapkan sebesar 2 miliar.

Terkait pencapaian ini, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementrian Pariwisata, Dadang Rizky Ratman mengatakan ada korelasi di antara meningkatnya kunjungan Dadang ke Indonesia dengan meningkatnya investasi di destinasi wisata favorit mancanegara.

Baca juga: Mengurus Sendiri SHGB diubah Menjadi SHM, Mulai Dari BPN Setempat.

Dia juga menjelaskan seputar tren daerah, baik di tingkat provinsi, kota dan kabupaten masing-masing mempunyai semangat dalam mengembangkan di daerah mereka.

Tren ini terlihat dari usulan proyek pengembangan destinasi yang diajukan melalui dana alokasi khusus, yang mencapai 15 triliun.

Namun kemampuan untuk melaksanakan hanya sekitar 500 miliar hingga 1 triliun, kata Dadang.

Baca juga: Di Surabaya Cara Bayar PBB Bisa Online, Lho!

Seperti yang telah diketahui dalam organisasi baru tupoksi PDP Kemenpar akan lebih focus pada pengembangan unsur 3A yakni, (Places, Amenities, and References).

Dalam rangka mendukung visi Kementrian Pariwisata mendatangkan wisata mancanegara pada tahun ini menargetkan 17 juta wisatawan mancanegara dan akan meningkat menjadi 20 juta wisata mancanegara pada 2019.

Baca juga: Tips Memilih Lokasi Investasi Properti Yang Tepat

Facebook Comments