Investasi properti adalah pilihan yang tepat mengingat harga properti yang selalu naik tiap tahun dan tak pernah membuat turun.

Membuat investasi di bidang ini selalu nampak menggiurkan oleh karena itu, tidak heran jika investasi ini paling banyak difavoritkan orang.

Kalau kamu juga termasuk orang yang menyukai investasi jenis ini, maka alangkah baiknya kita mengetahui dokumen apa saja yang harus dimiliki?

Dokumen yang Harus Dimiliki Investor Properti

1. Sertifikat Hak Milik (SHM)

Sertifikat ini adalah bukti terkuat yang harus dimiliki dan disimpan dengan baik untuk menunjukkan jika kamu lah pemilik sah dari lahan/tanah yang tercantum.

Dengan memiliki SHM atas nama kamu. Dijamin!, tidak ada pihak yang akan menggugat dan mengakui hak kamu atas lahan itu.

Dengan ini, kamu pun bisa mewariskannya kepaada orang lain (ahli waris) bahkan memperjual belikan.

SHM ini juga bisa kamu manfaatkan sebagai jaminan jika kamu melakukan pinjaman di bank, lho.

2. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)

SHGB adalah sertifikat yang menunjukkan jika kamu berhak untuk memanfaatkan lahan melalui pendirian bangunan dalam waktu tertentu.

SHGB ini perlu kamu miliki, jika kamu mendirikan bangunan di lahan yang bukan milik kamu guys!
biasanya berlaku selama 20-30 tahun, SHGB ini masih bisa diperpanjang tergantung pada kesepakatan dengan pemilik lahan.

Sama seperti halnya SHM, SHGB ini juga bisa dijadikan jaminan pinjaman bank. Jika SHM hanya bisa dimiliki oleh WNI, SHGB boleh untuk warga asing.

Oleh karena itu SHM dan SHGB berbeda, kamu perlu mengecek lebih dulu sertifikat properti yang ingin kamu beli.

3. Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS)

Jika kamu berniat memiliki properti rumah susun, maka kamu akan memiliki sertifikat jenis ini.

SHSRS merupakan sertifikat yang dikeluarkan khusus untuk menjamin kepemilikan rumah susun yang lahannya menggunakan sistem milik bersama.

Sertifikat ini menajdi acuan atas kepemilikan wilayah di luar unit rumah susunny, seperti lahan parkir, taman & lobby.

4. Girik

Girik merupakan jenis administrasi desa yang berhubungan dengan pertanahan. Kuas atas lahan/tanah diberikan atas dasar kebutuhan perpajakan.

Oleh karena itu, kamu bisa melihat nomor, luas tanah serta nama pemilik di dalamnya. Dengan hanya menunjukan Girik, kamu tidak bisa membukikan kepemilikan atas tanah.

Kamu harus melengkapinya dengan akta jual beli atau suat waris untuk memperkuat posisi mu sebagai pemilik sah.

5. Akta Jual Beli (AJB)

AJ bukanlah jenis sertifikat resmi yang memiliki kekuatan untuk membuktikannya sebagai pemilik sah atas propertimu.

AJB hanyalah perjanjian jual beli, yang hanya bisa membuktikan pengalihan hak tanah atas transaksi yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

Selain hanya berupa perjanjian, AJB ini ternyata juga rawan terhadap penipuan, oleh karena itu, lengkapilah dokmen seperti : AJB dengan SHM atau SHGB. Sebelum AJB-mu digandakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

 

Facebook Comments